FIKOM UIC

Fakultas Ilmu Komunikasi | Universitas Ibnu Chaldun Jakarta

Civitas Akademika

Civitas FIKOM UIC - Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kiat Memilih Program Studi

kiat memilih program studi
FIKOM UIC, Jakarta - Seorang calon mahasiswa sebelumnya harus dapat mengukur kemampuan akademiknya, memilih program studi yang diminatinya, menentukan jenis program studi yang diinginkannya, dan mencari informasi tentang perguruan tinggi yang menyelanggarakan program studi yang diminatinya tersebut, untuk melanjutkan studi ke jenjang pendidikan tinggi. Termasuk bertanya pada dirinya, apa yang menjadi cita-citanya? Keahlian apa yang dibutuhkan jika seorang mahasiswa memilih karir tertentu? Apakah calon mahasiswa yang bersangkutan ingin belajar jauh dari orang tuanya? Berapa dana yang dibutuhkan? Singkatnya, ada beberapa yang dapat digunakan sebagai pertimbangan ketika akan memilih suatu perguruan tinggi, antara lain program studi, biaya, reputasi perguruan tinggi yang bersangkutan, status akreditasi, fasilitas pendidikan yang tersedia, serta kualitas dan kuantitas dosen yang dimilikinya.

Untuk memilih program studi ini, jangan segan-segan untuk mencari informasi termasuk kepada orangtua, teman maupun guru. Lebih baik lagi jika bertanya kepada orang telah terjun langsung ke dunia kerja di bidang yang diminatinya. Karena kuliah akan menentukan bidang pekerjaan yang akan dituju. Jangan sampai ingin bekerja di bidang perminyakan, kuliahnya di program studi ilmu hukum. Intinya program studi yang dipilih harus relevan terhadap bidang pekerjaan yang akan ditekuni.

Untuk mendapatkan informasi mengenai program studi di perguruan tinggi, calon mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas Internet, yaitu melalui website (situs) dari perguruan tinggi yang dituju atau juga dapat mengakses situs resmi pemerintah yang dapat memberikan informasi yang lengkap. Singkat kata perguruan tinggi dan nama program yang ada di situs resmi pemerintah statusnya pasti legal. Berdasarkan pengalaman ada saja calon mahasiswa yang tertipu masuk pada perguruan tinggi yang tidak legal, akhirnya mereka rugi sendiri. Jangan coba-coba masuk pada perguruan tinggi yang menyelenggarakan program studi dengan cara kelas jauh. Kelas jauh adalah program studi yang diselenggarakan diluar kota dimana kampus induknya berada dan tanpa ijin dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebagai contoh kampus induknya ada di Jakarta, tetapi menyelenggarakan juga pendidikan di Surabaya. Lulusan dari penyelenggaraan kelas jauh ini biasanya tidak diakui jika untuk melamar pekerjaan. Perlu juga dipahami, ada juga perguruan tinggi yang menyelenggarakan pendidikan dengan cara kuliah jarak jauh. Kalau program ini diselenggarakan oleh Universitas Terbuka. Artinya penyelenggaan program studi ini legal. Situs yang dapat dikunjungi untuk menentukan apakah program studi tersebut legal : www.pdpt.dikti.go.id atau www.evaluasi.dikti.go.id. Sementara itu, jika ingin tau tentang status akreditasi : www.ban-pt.kemdiknas.go.id.

Salah satu hal yang sangat penting lainnya adalah pertimbangan biaya kuliah. Sebaiknya terlebih dahulu bicarakan dengan orang yang akan membiayai kuliah, atau telilti keadaan keuangan yang dimiliki bila akan membiayai kuliah sendiri. Sesuaikan jumlah dana yang tersedia dengan biaya kuliah di perguruan tinggi yang akan menjadi pilihannya. Buatlah rencana pembiayaan untuk melihat jumlah dana yang tersedia selama masa studi. Jangan mengandalkan pekerjaan sampingan. Pastikan bahwa dana yang dimiliki cukup untuk membiayai kuliah sampai selesai. Resiko apabila dana tidak mencukupi adalah kerugian yang cukup besar, yaitu dana yang telah dikeluarkan sudah banyak, waktu terbuang percuma dan kuliah tidak selesai.

Bagi calon mahasiswa yang tidak mampu secara ekonomi tetapi mempunyai potensi akademik yang baik, jangan khawatir tidak bisa kuliah. Calon mahasiswa dapat memanfaatkan beasiswa yang banyak ditawarkan baik oleh pemerintah atau lembaga swasta. Sebagai contoh sekarang sudah ada beasiswa bidikmisi yang ditawarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kuncinya calon mahasiswa harus rajin membuka internet atau mencari informasi yang berhubungan dengan perguruan tinggi. Situs yang bisa diakses untuk mencari informasi tentang beasiswa bidikmisi : www.bidikmisi.dikti.go.id.
Sumber: http://www.dikti.go.id

Akbar: Komunikasi Parpol dan KPU Kurang Baik

FIKOM UIC, Jakarta - Banyaknya jumlah bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang tidak memenuhi persayaratan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai akibat kurangnya komunikasi antara petinggi partai politik (parpol) dengan KPU selaku penyelenggara pemilihan umum (pemilu).

Penilaian itu disampaikan oleh politikus senior Partai Golkar Akbar Tandjung, kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (13/5/2013) malam. Menurut dia, hal itu akibat dari peraturan yang diputuskan KPU tidak sampai kepada parpol.

"Informasi yang ditetapkan KPU itu tidak dapat diperoleh parpol. Tapi tentu ini juga komunikasi yang tidak bagus antara parpol dengan KPU," kata Akbar.

Petinggi parpol khususnya ketua umum (ketum) dinilai tidak melakukan kiomunikasi yang baik dengan KPU. Akibatnya sejumlah caleg yang tidak memenuhi persyaratan Pemilu 2014 terpaksa harus melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.

"Saya kira ini akibat komunikasi antara parpol dan KPU kurang baik. Seharusnya ketum dan Sekjen harus intens komunikasi dengan KPU. Karena parpol harus mengtehui persyararan itu, sehingga para caleg dapat memenuhi persyaratan," kata Akbar.

Jumlah bacaleg yang tidak memenuhi syarat mencapai 4.701 orang dari jumlah bacaleg 12 partai politik peserta pemilu sebanyak 6.567.

"Total jumlah calon yang tidak memenuhi syarat sebanyak 4.701," kata komisioner KPU Hadar Nafis Gumay dalam acara penyampaian hasil verifikasi administrasi bacaleg Dewan Perwakilan Rakyat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

KPU juga menemukan 549 calon yang tidak mengumpulkan dokumen sama sekali. Hal ini yang harus menjadi perhatian partai politik peserta pemilu.

"Yang harus betul-betul diperhatikan adalah calon yang tidak ada berkasnya sama sekali. Nanti harus dilengkapi langsung (karena tak ada lagi tahap perbaikan)" jelas Hadar. [mes]

Fasilitas Komunikasi Maskapai Penerbangan Murah, Mungkinkah?

FIKOM UIC, Jakarta : Fasilitas komunikasi di udara bukan hanya milik maskapai yang menawarkan pelayanan penuh atau full service. Ternyata maskapai penerbangan yang mengusung konsep tarif rendah (low cost carrier/LCC) dinilai juga bisa memanfaatkan fasilitas komunikasi berupa wireless fidelity (wifi) atau satelit komunikasi sebagai penghasilan tambahan sekaligus memberikan pelayanan lebih kepada konsumennya.

Hal ini diungkapkan Konsultan Independen Penerbangan, Gerry Soejatman, yang mengatakan Indonesia menjadi negara yang hingga kini belum memberikan fasilitas komunikasi di atas pesawat, terutama yang mengusung konsep LCC.

"Hal ini nanti bisa dijadikan pendukung sebagai penghasilan tambahan bagi maskapai. Dukungan secara langsung, sebagai layanan berbayar untuk para penumpang, sedangkan dukungan tidak langsung, sebagai layanan berbayar untuk penumpang," ujar Gerry mengutip keterangan tertulisnya, Senin (6/5/2013).

Dia mengakui jika kini industri penerbangan menunjukkan perkembangan yang signifikan, termasuk salah satunya maskapai penerbangan dengan konsep LCC. Layanan pada maskapai ini dikenal tidak hanya menawarkan harga tiket yang murah tetapi juga minimnya pemberian pelayanan lainnya di Indonesia.

Padahal, di beberapa negara maskapai penerbangan LCC banyak yang tidak sepenuhnya memberikan pelayanan minim kepada konsumen, seperti penggunaan satelit komunikasi dan wifi untuk dukungan operasional mereka. Sebutlah maskapai penerbangan AirAsia (Malaysia), Air Phil Express, Virgin Australia, Norwegian Air Shuttle, dan Fly Dubai.

Khusus di Indonesia, dia mengaku belum mengetahui jika ada maskapai yang memberikan layanan komunikasi tersebut, terutama di maskapai LCC. Meski, layanan berbasis teknologi ini dinilai dapat dimanfaatkan sebagai bentuk layanan tambahan yang mesti dipilih dan dibebankan kepada para penumpang.

"Namun memang ada perubahan persepsi di Indonesia, sampai tahun 2011 kita menilai layanan wifi itu hanya untuk airline full service, tapi sejak 2011 bagi maskapai penerbangan LCC mulai berpikir, bagaimana satelit komunikasi bisa membantu LCC saya?," lanjut dia.

Menurut dia, jika adanya pergeseran persepsi baik para penumpang dan para industri maskapai penerbangan tentang alat komunikasi ini misalnya, ke depan pemisahan antara layanan penerbangan full service dan layanan penerbangan LCC akan tidak berarti.

"Fitur-fitur LCC akan mulai timbul di full service carrier dan fitur full service carrier akan timbul di LCC. Yang jelas, teknologi inilah yang akan menjadi penggerak dalam konvolusi segmen, " jelas Gerry.

Namun, dia mengakui jika ada beberapa kendala dalam penerapan fasilitas berbasis teknologi tersebut pada maskapai penerbangan Indonesia. Permasalahan ada pada Undang Undang (UU) Nomor 1 tahun 2009 tentang Penerbangan dan UU Nomor 36 tahun 1999 tentang Telekomunikasi.

"Sekarang Satcom dan Wifi harus mematuhi kedua Undang-undang tersebut, namun kenyataannya 100 % dari Satcom yang digunakan di penerbangan di Indonesia tidak comply dengan UU Nomor 36 tahun 1999,"tegas Gerry.

Menjadi kendala untuk pengembangan sebuah industri besar, Gerry menghimbau kepada pihak-pihak terkait untuk sadar dan saling bekerjasama dalam mendukung perkembangan.

"Teknologi menjadi kunci inovasi bagi LCC. Kesadaran, kerjasama untuk mencari solusi regulasi terkait teknologi, antara Kemenhub, Kominfo, Airline, dan operator atau penyedia layanan lokal teknologi itu sangat diperlukan," tandasnya. (Yas/Nur)

Kemampuan Komunikasi Dokter di Indonesia Lemah

FIKOM UIC, Jakarta: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengakui sebagian dokter di Indonesia belum memiliki tingkat profesionalisme yang memadai. Salah satu kelemahan yang paling mencolok dari dokter di dalam negeri adalah kemampuan menjalin komunikasi dengan pasien.

"Kalau bicara skill, kemampuan dokter Indonesia sudah diakui di dunia. Namun ketika berbicara soal komunikasi pada pasien, kemampuan dokter kita rendah sekali," ujar Ketua PB IDI Zaenal Abidin saat dihubungi, Selasa (7/5).

Namun lemahnya komunikasi antara dokter dan pasien bukan semata-mata kesalahan para dokter semata. Sistem pelayanan kesehatan yang buruk di dalam negeri berperan besar menciptakan suasana komunikasi yang buruk pada pasien.

Sistem kebijakan yang buruk, lanjut Zaenal, juga merupakan buah tangan ciptaan pemerintah/pelaku kebijakan. Dia mencontohkan kasus membludaknya pasien akibat kebijakan politik kesehatan gratis tanpa kaidah asuransi kesehatan dan sistem rujukan yang jelas disejumlah daerah.

Lantaran terlalu banyak pasien, walhasil dokter sulit menjalin komunikasi yang rapi dengan pasien.

"Situasi praktik dokter di Indonesia sudah seperti penjual karcis tol di loket. Belum apa-apa, antrean mobil di belakang sudah mengklakson minta segera dilayani."

Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah menegaskan pentingnya kesalamatan pasien. Hal itu penting untuk menghindarkan kejadian tidak diinginkan yang dapat menimpa pasien

WHO menyatakan idealnya dokter maksimal hanya boleh memeriksa 20-30 pasien secara terus menerus. Sedangkan dokter gigi sebanyak 12-15 pasien. Pasalnya pemeriksaan yang dilakukan kurang dari 15 menit dapat menimbulkan resiko dampak kejadian yang tidak diinginkan pada pasien semakin meningkat.

Praktik medis di Indonesia pada saat ini, lanjut Zaenal, masih jauh dari kriteria minimal WHO. Dia mencontohkan ketika awal-awal Kartu Jakarta Sehat (KJS) diterapkan di Jakarta, dalam sehari orang yang diperiksa di puskesmas/RS bisa mencapai 300-500 orang.

IDI, lanjut dia, tidak pernah lelah untuk meningkatkan profesionalisme dokter. Namun tanpa perbaikan sistem kesehatan yang baik, walhasil upaya tersebut bakal sia-sia.

Zaenal juga berharap agar publik Indonesia menjadi pasien yang cerdas, yang mengetahui hak dan kewajibannya sebagai orang pasien.

Dihubungi terpisah, Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia (YPKKI) Marius Widjayarta mengatakan untuk meningkatkan profesionalisme dokter, negara kita harus memiliki standar profesi dan standar pelayanan medis yang berlaku baku di semua rumah sakit. (Cornelius Eko Susanto)

Editor: Agus Tri Wibowo

Jokowi: Protes Penolakan MRT Hanya Soal Komunikasi

FIKOM UIC, Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo berpendapat, adanya penolakan terhadap pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) layang oleh warga di Jl Fatmawati hanya masalah komunikasi saja. Pihaknya juga akan mencarikan solusi terkait Analisis Dampak Lingkungan (Amdal) pembangunan MRT.

"Ya ini kan ada proses Amdal semuanya. Kita bicarakan juga, solusi untuk mereka seperti apa," ujar Joko Widodo, Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota, Selasa (7/6).

Jokowi mengaku belum mengetahui secara detail soal Amdal MRT. Namun, mantan Walikota Solo ini menyakini proyek MRT akan disertai pula Amdal. "Biar nanti yang menjelaskan direksi PT MRT. Saya sudah perintahkan untuk melakukan pendekatan kepada lurah dan camat setempat. Kalau saya kan sudah bertemu lebih dari lima kali," ungkapnya.

Dikatakan Jokowi, protes warga Fatmawati terhadap pembangunan MRT merupakan masalah komunikasi semata. "Masalah menjelaskan, karena ketakutan warga yang pertama tokonya tidak laku, kedua takut properti dan tanah di situ jadi anjlok," kata Jokowi.

Warga Candra Kirana Kekeh Tolak Pembangunan Tower komunikasi

FIKOM UIC , BINJAI – Warga Jln Candra Kirana lingkungan III kel Binjai estate Kec Binjai Selatan menolak pembangunan tower yang dilakukan oleh PT Solu SIndo Kreasi PRatama. Penolakan warga tersebut terkait dampak radiasi yang ditimbulkan tower.

Hal tersebut dilontarkan warga saat melakukan pertemuan dengan pihak PT solusindo dan pihak kelurahan Binjai estate di satu warung di Jln G rinjani lingkungan III

"Kami warga disini hampir 80 persen tidak menerima pembnagunan tower disini, selain takut radiasinya, kami juga takut tower tersebutroboh," ucap beberapa warga.

Warga menilai proyek pembangunan menara dilaksanakan dengan tidak mempertimbangkan dampak kesehatan terhadap masyarakat, serta terkesan dilakukan secara sepihak.

"Penolakan masyarakat ini rasional, mengingat dampak buruk radiasi yang nanti dirasakan warga. Apalagi sebelum tower ini dibangun, warga sudah merasakan efek buruknya karena sudah ada tower yang sama dan hanya berjarak 300 meter," ujar Taliq seorang warga

Warga mengaku heran kenapa, tower ini tetap dibangun sementara tidak ada pemberitahuan dan sosialisasi terlebih dahulu kepada warga. Kesannya pemberitahuan hanya dilakukan secara sepihak terhadap beberapa warga saja, tanpa persetujuan yang lain. (Ari/tribun-medan.com)

Komunikasi Kunci Sukses Memes Didik Kevin Aprilio

FIKOM UIC, Jakarta-Sebagai wanita karir yang juga harus memberi perhatian kepada anak, Memes selalu berusaha menjaga komunikasi dua arah dengan Kevin Aprilio. Alhasil, kesuksesan Kevin saat ini tak lepas dari bimbingan istri Addie MS itu.

"Dari kecil sudah diajak komunikasi dua arah, terus kita juga memberikan suatu pilihan-pilihan kayak referensi kelebihan (bakat), demokratis juga," ungkap Memes disela acara Diskusi Panel 'Peran Perempuan Dalam Membentuk Karakter Bangsa' di Kampus Trisakti, Grogol, Jakarta Barat, Rabu (15/5).

Pelantun tembang Pesawatku itu berusaha menerapkan pola didik yang diajarkan sang suami di dalam keluarga, salah satunya menanamkan rasa menghargai sejak Kevin masih kecil.

"Pola-pola yang sudah saya tanamkan dengan Mas Addie itu disalurkan. Dari kecil, saya sudah menghargai anak sebagai manusia yang seutuhnya," terang Memes.

Dikatakan ibu dua anak itu, selama ini ia juga memperlakukan sang anak layaknya sahabat dekat sehingga Kevin pun sudah terbiasa curhat masalah pribadi dengan dirinya.

"Kita butuh komunikasi yang terus-menerus di dalam keluarga. Lebih mendengarkan curhatnya, mengkoreksi, memberi reward. Hal-hal itu yang selalu tanamkan dengan Mas Addie," tutupnya.

Strategi Obrolan agar Anak dan Suami Mau Lebih Terbuka kepada Anda

FIKOM UIC, Jakarta - Kesibukan seringkali jadi alasan kurangnya komunikasi antar anggota keluarga. Padahal, komunikasi yang efektif adalah kunci untuk mempertahankan rumah tangga dan keluarga yang harmonis.

Tanpa disadari, berbagai permasalahan dalam keluarga kerap muncul akibat kurang efektifnya komunikasi. Apabila kondisi tersebut dibiarkan terlalu lama, bukan tidak mungkin masalah kecil bisa jadi konflik besar seperti gumpalan bola salju.

Komunikasi efektif tidak selalu diukur dari banyaknya frekuensi perbincangan atau pertemuan keluarga. Paling penting adalah kualitas kebersamaan dan dari obrolan itu bisa menghasilkan sesuatu yang memberikan solusi. Oleh karena itu menciptakan komunikasi efektif perlu strategi yang pintar. Psikolog anak dan keluarga Anna Surti Ariani, Psi, berbagi tipsnya untuk Anda.

1. Mendengarkan
Bukan sekadar mendengar apa yang disampaikan suami atau anak Anda. Tapi perhatikan juga intonasi suara, ekspresi wajah dan pertahankan kontak mata. Hal ini penting untuk membaca dan memahami apa yang sebenarnya mereka maksud.

2. Bertanya
Untuk lebih menggali apa yang anggota keluarga sampaikan, pastikan ada interaksi yang intens. Tapi usahakan tidak mencecar dengan banyak pertanyaan sekaligus.

"Setelah tanya, sebaiknya kita diam dulu. Kasih waktu lima detik. Lihat ekspresi lawan bicara, kontak mata. Jangan dicecar," ujar psikolog yang akrab disapa Nina ini, saat acara bincang santai 'Komunikasi Keluarga: Berkomitmen untuk Kebersamaan Keluarga yang Bermakna' yang diadakan Sariwangi di ANZ Tower, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (15/05/2013).

3. Pilih Momen Khusus
Pemilihan waktu jadi hal utama untuk mewujudkan komunikasi efektif di lingkungan keluarga. Anda bisa memilih momen saat makan malam atau setelahnya, menonton TV, menjelang tidur atau di akhir pekan. Pastikan momennya menyenangkan.

"Waktu ideal ini sangat relatif. Tergantung sensitivitas sang ibu. Bisa siang, sore, malam. Janjian aja, misalnya, 'eh habis makan malam kita kumpul ya'," terang Nina.

4. Atur Gerak & Posisi Tubuh
Ketika obrolan mengarah pada topik yang sensitif dan membuat emosi suami atau anak meledak-ledak, jaga suasana agar tetap tenang dengan bersikap tenang juga. Jangan sampai intonasi vokal Anda meninggi karena bisa memancing emosi lawan bicara.

"Berdiri sambil kacak pinggang, itu sikap menekan. Tapi kalau sambil duduk tenang dengan intonasi lembut, rendah, pasti dia juga akan menyamakan sikap Anda," tutur psikolog lulusan Universitas Indonesia ini.

5. Sambil Melakukan Aktivitas yang Menyenangkan
Cari hal-hal apa saja yang disukai suami atau anak dan jadikan itu sebagai pembuka topik yang ingin dibicarakan. Misalnya saja ajak bermain board game, monopoli, Uno atau scrabble. Komentari hasil permainan dan hubungkan dengan kondisi saat ini.

"Dari obrolan kecil tentang game tapi bisa dikembangkan sampai membicarakan cita-cita anak, atau jika anaknya remaja bisa tahu rencana kuliah. Kita juga bisa arahkan dia untuk menuju cita-citanya," jelas Nina.

Strategi lainnya, ajak mengobrol sambil menghidangkan camilan dan minuman. Menurut Nina, makanan dan minuman merupakan 'ice breaking' yang efektif untuk memecah kebekuan.

(hst/eny)

3 Faktor yang Menghalangi Komunikasi Efektif Keluarga

FIKOM UIC, Jakarta - Komunikasi efektif di antara anggota keluarga, baik orangtua ke anak, pasangan orangtua, maupun anak dengan anak adalah salah satu kunci kebahagiaan keluarga. Komunikasi yang baik, efektif, dan berujung pada hal positif akan membantu menciptakan suasana nyaman, produktif, dan erat.
Menurut psikolog keluarga Anna Surti Ariani, Psi, komunikasi yang efektif bisa membantu mencegah masalah keluarga, komunikasi yang baik bisa membantu orangtua menyiapkan jalan terbaik untuk masa depan anak, termasuk dalam mengarahkan si anak untuk mencapai cita-citanya.
Sayangnya, ada beberapa hal yang kerap menghalangi komunikasi efektif dalam keluarga di Indonesia. "Salah satu hal yang paling umum menjadi faktor penghalang komunikasi efektif di keluarga Indonesia adalah kesungkanan. Seringkali, saat psikolog-psikolog Indonesia berkumpul, masalah kesungkanan di antara anggota keluarga disebut sebagai faktor yang menjadi penghalang komunikasi ini," kata psikolog yang akrab dipanggil Nina ini di acara bincang santai bersama Sariwangi, di Jakarta, Rabu (15/5).
Menurut Nina, ada beberapa suku di Indonesia yang sangat menekankan kehormatan pada orangtua. Ada aturan-aturan khusus dari suku tertentu yang sangat penting dilaksanakan. Hal ini tidak bisa dihindari. "Ada suku tertentu yang menekankan pentingnya rasa hormat kepada orangtua. Tidak boleh membantah, tidak boleh memprotes, dan sebagainya. Alhasil, si anak takut untuk bicara dan merasa ada hal-hal tertentu yang tak boleh dibicarakan kepada orangtua, hingga ia bersikap submisif. Tetapi ini hanya sebagian saja," tambah Nina.
Selain kesungkanan, faktor lain yang menjadi penyebab runyamnya komunikasi di antara keluarga adalah alasan klasik penghuni kota besar: tidak ada waktu. "Macet, sibuk di kantor, kegiatan di sekolah, dan sebagainya. Ketidakadaan waktu adalah alasan yang kerap menghalau keluarga untuk bisa berkomunikasi. Padahal, komunikasi berkualitas sebaiknya dilakukan setiap hari dan harus ada waktu yang disisihkan untuk berkomunikasi," jelas Nina.
Faktor ketiga, tambah Nina, adalah elektronik. "Gadget sangat bisa membuat seseorang kecanduan. Alat-alat elektronik bisa membuat keluarga disconnected. Connecting people, disconnecting family, guyonannya. Orangtua harus bisa memberi contoh. Jangan memaksa anak berhenti menggunakan alat elektronik tetapi dia selalu update status dan selalu lengket dengan perangkat elektroniknya sendiri," jelas Nina.
Penulis: Nadia Felicia/NAD

Redam Amarah Orangtua lewat Komunikasi

FIKOM UIC, Jakarta - BERBAIKAN dengan orang tua setelah membuat mereka marah itu susah-susah gampang. Sering kali anak merasa sungkan, bahkan takut.

Hal tersebut lazim terjadi pada anak usia remaja awal. Sebenarnya banyak cara sederhana yang bisa dilakukan seorang anak untuk meredakan emosi orang tua mereka.

Tak ada salahnya sebagai anak mulai berdamai dengan ortu terlebih dahulu. Yah, bisa dibilang menebus rasa bersalah juga sih karena telah membuat orang tua marah.

Kak Seto memberikan beberapa cara yang bisa kalian lakukan. Apa saja?

Memulai Pembicaraan 


Setelah membuat ortu marah, biasanya dibutuhkan rentang waktu sekitar dua hingga tiga hari agar keadaan tidak terlalu tegang. Kita juga harus bisa membaca situasi hati dan mood orang tua.

Jika dirasa keadaan sudah cukup stabil, jangan pernah gengsi untuk memulai pembicaraan dengan orang tuamu. Sebagai anak yang baik, sebetulnya hal yang benar adalah memulai pembicaraan ringan dengan orang tua. Baru membahas seluk-beluk penyebab kemarahan mereka kepadamu. Perhatikan intonasi bicaramu. Ketika berbicara dengan orang tua, hindari penggunaan nada tinggi dan bahasa yang seenaknya.



Beraktivitas Bersama
Cobalah untuk melunakkan hati orang tua dengan cara-cara manis. Bisa saja sebelum berbicara ringan dengan orang tua, kita memberikan suatu kejutan manis. Misalnya saja, sarapan pagi dengan orang tua ataupun menonton TV bersama di ruang keluarga.

Selain itu, pelukan hangat atau sekadar mencium tangan sangat dianjurkan untuk menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. Nah, kalo komunikasi sudah lancar, segala permasalahan bisa diatasi tanpa perlu melibatkan emosi.



Evaluasi Diri
Setelah hubungan kembali membaik dan emosi ortu sudah berhasil diredam, ada baiknya kamu mengevaluasi diri agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Belajarlah memahami rules orang tua. Misalnya, jika ada yang kamu rasa tidak sreg, segera bicarakan baik-baik. Untuk mengembalikan kepercayaan orang tua, bangun image diri yang lebih baik.


Soal Relokasi Warga Waduk Pluit, Jokowi Terus Lakukan Komunikasi

FIKOM UIC, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengaku terus melakukan komunikasi dengan warga yang tinggal di Waduk Pluit. Hal itu dilakukan mengingat permintaan dari warga mengenai tempat relokasi bermacam-macam.

"Semua permintaannya berbeda-beda. Mengkomunikasikan seperti itu tidak mungkin dalam sehari, dua hari, atau sebulan sampai tiga bulan. Ini yang kita sambungkan terus," ujar Jokowi usai membuka acara kejuaraan bulutangkis Djarum Badminton Sirkuit Nasional Seri Ketiga di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Senin (13/5).

Menurut Jokowi, warga yang tinggal di Waduk Pluit ada sekitar 7.000 Kepala Keluarga (KK). Jumlah tersebut bukan jumlah yang sedikit, sehingga pendekatan yang harus dilakukan adalah pendekatan kasus per kasus. Terlebih permintaan mereka berbeda-beda dan berkelompok-kelompok.

"Kelompok di situ banyak, hampir setiap hari ketemu, ada yang 1.200 KK, ada yang hanya 200, ada yang hanya 50. Banyak sekali, dan mintanya macam-macam. Ada yang minta ke utara, selatan, timur, dan lainnya," lanjutnya.

Dijelaskan Jokowi, sudah ada 1.200 KK yang sudah bersedia pindah ke rusun. Hal tersebut disebutkannya selama pihaknya bisa memenuhi permintaan mereka tentu itu tidak menjadi masalah.

"Tapi kalau minta yang terlalu aneh-aneh, minta ganti tanah, bagaimana? Kalau semua orang minta ganti tanah dengan cara yang seperti itu, ya tidak benar dong, menduduki kemudian minta ganti tanah. Ini yang tidak bisa diterima di situnya saja. Tapi upaya proses dialog terus kita lakukan," tandasnya.

Kendati tidak memberikan tenggat waktu untuk warga relokasi, tetapi Jokowi menegaskan jika pengerukan waduk tetap berjalan karena berkejar-kejaran dengan waktu. Begitupun dengan penolakan-penolakan yang ada dari warga, pengerukan masih akan terus dilakukan sambil memncarikan solusi untuk mereka, terlebih mereka tinggal di tanah yang merupakan tanah negara.

Penulis: DMP/NAD
Sumber:Suara Pembaruan

Jamur Berperan Penting untuk Komunikasi Tanaman

FIKOM UIC, London - Tanaman ternyata dapat berkomunikasi akibat serangan dari kutu daun dengan memanfaatkan jaringan jamur di bawah tanah. Sebelumnya, contoh komunikasi tanaman melalui udara telah didokumentasikan. Bahan kimia yang dipancarkan oleh tanaman yang sudah rusak dapat ditangkap oleh tanaman tetangga.

Namun di bawah tanah, tanaman bisa saling berkomunikasi dengan memanfaatkan jaringan jamur yang disebut mikoriza. Studi baru yang dipublikasikan dalam Ecology Letters adalah penelitian pertama untuk menunjukkan bahwa jamur juga bisa membantu komunikasi antar tanaman.

Para peneliti dari University of Aberdeen, the James Hutton Institute dan Rothamsted Research yang kesemuanya berada di Inggris mencoba menyusun percobaan untuk mengisolasi efek jaringan mikoriza yang mirip dengan untaian benang. Tim peneliti mencermati serangan kutu daun yaitu serangga kecil yang memakan dan merusak tanaman.

Banyak tanaman memiliki persediaan senjata kimia yang serta merta akan menyebar ketika kutu daun menyerang. Bahan kimia tersebut sangat baik mengusir kutu daun dan menarik lebah sebagai predator alami kutu daun.

Tim peneliti menggunakan tanaman kacang yang dibadi dalam tiga kelompok. Tiap kelompok ditumbuhkan jaringan mikoriza dan menjaga supaya tiap-tiap kelompok itu tidak terhubung mikoriza. Sementara untuk mencegah komunikasi kimiawi melalui udara, tanaman tersebut ditutup dengan tas penutup.

Salah satu tanamanan diupayakan untuk diserang kutu daun. Mereka menemukan bahwa jika tanaman terhubung satu dengan yang lainnya dengan mikoriza, maka tanaman-tanaman itu akan mulai menyusun pertahanan kimia. Bagi tanaman yang tidak berhubungan dengan jaringan jamur tampaknya tidak menerima sinyal serangan dan tidak menunjukkan respon kimia.

"Jamur mikoriza perlu mendapatkan produk fotosintesis dan timbal baliknya, mereka harus melakukan sesuatu untuk tanaman," kata ohn Pickett dari Rothamsted Research. Menurutnya, penelitian sebelumnya jaringan mikoriza hanya membuat nutrisi yang tersedia dari akar dan tanah. Tetapi saat ini para peneliti melihat peran lain evolusi bahwa mikoriza membayar tanaman tersebut dengan mengirimkan sinyal yang sangat efisien.

BBC | ISMI WAHID

10 Kesalahan Komunikasi Terburuk untuk Karir

FIKOM UIC, Jakarta--"Bagaimana hubungan anda dengan dunia kepemimpinan di kantor?" tanya Sylvia Ann Hewlett, seorang ekonom dan presiden pendiri Center for Talent Inovasi (CTI) di New York. "Anda tidak akan menjadi pemimpin yang baik, kecuali memiliki hubungan baik dengan rekan kerja."

Menurut studi CTI terbukti bahwa seseorang harus dilihat sebagai pemimpin jika sedang promosi. Studi ini menemukan 10 kesalahan komunikasi terburuk yang langsung akan menggagalkan harapan promosi.

1. Berkomentar tentang RAS
Dari para eksekutif yang disurvei, 72% dari pria mengatakan komentar mengenai RAS adalah kesalahan besar dan 70% mengatakan hal yang sama bagi perempuan. Ini adalah pelanggaran. Pernyataan ini dapat dengan mudah menyinggung atau menghina seseorang, mencerminkan penilaian buruk dan dapat mengungkapkan kecerdasan emosional yang rendah

2. Bercanda mengenai warna kulit
Ini adalah kesalahan komunikasi terburuk kedua, sertipe dengan kesalahan yang pertama, Menceritakan lelucon yang tidak pantas tentang hal ini dapat membuat orang merasa tidak nyaman, hal ini dapat mengungkapkan ketidakmampuan Anda untuk mendapatkan interaksi yang baik dari rekan kerja. Dari 61% eksekutif percaya bisa merasakan suasana hati orang lain dan secara efektif menyesuaikan bahasa Anda, nada dan isi saat berbicara. Ini adalah salah satu keterampilan yang diperlukan untuk dipromosikan.

3. Menangis
Benar atau tidak, air mata di tempat kerja tidak akan dapat berkomunikasi mengenai potensi kepemimpinan yang anda miliki, terlebih jika anda seorang pria. "Anda harus mampu mengendalikan emosi Anda," kata seorang eksekutif perbankan laki-laki dalam penelitian ini.

4. Berucap hal yang tak mendidik
Bahwa berucap hal – hal yang tak mendidik hanya akan dapat membuat anda terlihat rendah. Para Eksekutif mengatakan, dalam berbicara menggambarkan gravitas, keduniawian dan intelektual sangat penting adanya. Dengan demikian berucap hal yang tak mendidik hanya akan segera merusak kesempatan Anda untuk dipromosikan.

5. Sumpah serapah
Mengutuk adalah hal yang tidak pantas. Hal ini dianggap tidak profesional dan tidak pantas bagi seorang pemimpin. Hal ini dapat membuat anda jauh dari kata dipromosikan.

6. Menggoda
Meskipun beberapa percaya menggoda bisa menjadi hal yang menarik di kantor, Namun hampir setengah dari eksekutif mengatakan, bahwa hal tersebut akan dapat melemahkan reputasi profesional Anda, terlepas dari apakah Anda seorang pria atau wanita.

7. Sibuk dengan diri sendiri
Hal tersebut sangat mengganggu. Para peneliti studi menemukan bahwa gelisah secara umum akan mengurangi tingkat keprofesionalan Anda. Sibuk dengan pakaian Anda atau dengan gadget Anda dalam pertemuan dapat membuat Anda terlihat tampak tidak nyaman.

8. Menghindari kontak mata
Ahli bahasa tubuh mengatakan menghindari kontak mata membuat Anda tampak seperti berbohong atau menyembunyikan sesuatu. Jika Anda berada di sebuah pertemuan, hal ini juga dapat memberikan kesan bahwa Anda tidak tertarik pada hal yang di diskuksikan.

9. Bertele-tele
Mantan eksekutif Bank of America Sallie Krawcheck mengatakan bahwa perempuan khususnya cenderung memiliki masalah dengan keheningan. "Anda harus mendapatkan kekuatan diam," katanya. Hal ini dapat membuat Anda bisa menontrol dan menempatkan diri saat berbicara.

10. Tertawa Terlalu Banyak dan Berbicara nyaring
Pemimpin mengatakan bahwa cekikikan atau tertawa terlalu banyak adalah sebuah kesalahan komunikasi utama bagi wanita, dan berbicara nyaring merupakan masalah utama bagi pria. Tawa yang tepat dan nada suara adalah indikator kesalah yang utama pada saat berkomunikasi. Para peneliti menemukan bahwa suara melengking bernada tinggi datang dari pihak pihak yang tidak dapat mengatur emosi mereka saat berinteraksi.

FORBES.COM | ANINDYA LEGIA PUTRI