Akbar: Komunikasi Parpol dan KPU Kurang Baik

FIKOM UIC, Jakarta - Banyaknya jumlah bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang tidak memenuhi persayaratan di Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai akibat kurangnya komunikasi antara petinggi partai politik (parpol) dengan KPU selaku penyelenggara pemilihan umum (pemilu).

Penilaian itu disampaikan oleh politikus senior Partai Golkar Akbar Tandjung, kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (13/5/2013) malam. Menurut dia, hal itu akibat dari peraturan yang diputuskan KPU tidak sampai kepada parpol.

"Informasi yang ditetapkan KPU itu tidak dapat diperoleh parpol. Tapi tentu ini juga komunikasi yang tidak bagus antara parpol dengan KPU," kata Akbar.

Petinggi parpol khususnya ketua umum (ketum) dinilai tidak melakukan kiomunikasi yang baik dengan KPU. Akibatnya sejumlah caleg yang tidak memenuhi persyaratan Pemilu 2014 terpaksa harus melengkapi persyaratan yang telah ditentukan.

"Saya kira ini akibat komunikasi antara parpol dan KPU kurang baik. Seharusnya ketum dan Sekjen harus intens komunikasi dengan KPU. Karena parpol harus mengtehui persyararan itu, sehingga para caleg dapat memenuhi persyaratan," kata Akbar.

Jumlah bacaleg yang tidak memenuhi syarat mencapai 4.701 orang dari jumlah bacaleg 12 partai politik peserta pemilu sebanyak 6.567.

"Total jumlah calon yang tidak memenuhi syarat sebanyak 4.701," kata komisioner KPU Hadar Nafis Gumay dalam acara penyampaian hasil verifikasi administrasi bacaleg Dewan Perwakilan Rakyat di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (7/5/2013).

KPU juga menemukan 549 calon yang tidak mengumpulkan dokumen sama sekali. Hal ini yang harus menjadi perhatian partai politik peserta pemilu.

"Yang harus betul-betul diperhatikan adalah calon yang tidak ada berkasnya sama sekali. Nanti harus dilengkapi langsung (karena tak ada lagi tahap perbaikan)" jelas Hadar. [mes]