Redam Amarah Orangtua lewat Komunikasi

FIKOM UIC, Jakarta - BERBAIKAN dengan orang tua setelah membuat mereka marah itu susah-susah gampang. Sering kali anak merasa sungkan, bahkan takut.

Hal tersebut lazim terjadi pada anak usia remaja awal. Sebenarnya banyak cara sederhana yang bisa dilakukan seorang anak untuk meredakan emosi orang tua mereka.

Tak ada salahnya sebagai anak mulai berdamai dengan ortu terlebih dahulu. Yah, bisa dibilang menebus rasa bersalah juga sih karena telah membuat orang tua marah.

Kak Seto memberikan beberapa cara yang bisa kalian lakukan. Apa saja?

Memulai Pembicaraan 


Setelah membuat ortu marah, biasanya dibutuhkan rentang waktu sekitar dua hingga tiga hari agar keadaan tidak terlalu tegang. Kita juga harus bisa membaca situasi hati dan mood orang tua.

Jika dirasa keadaan sudah cukup stabil, jangan pernah gengsi untuk memulai pembicaraan dengan orang tuamu. Sebagai anak yang baik, sebetulnya hal yang benar adalah memulai pembicaraan ringan dengan orang tua. Baru membahas seluk-beluk penyebab kemarahan mereka kepadamu. Perhatikan intonasi bicaramu. Ketika berbicara dengan orang tua, hindari penggunaan nada tinggi dan bahasa yang seenaknya.



Beraktivitas Bersama
Cobalah untuk melunakkan hati orang tua dengan cara-cara manis. Bisa saja sebelum berbicara ringan dengan orang tua, kita memberikan suatu kejutan manis. Misalnya saja, sarapan pagi dengan orang tua ataupun menonton TV bersama di ruang keluarga.

Selain itu, pelukan hangat atau sekadar mencium tangan sangat dianjurkan untuk menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua. Nah, kalo komunikasi sudah lancar, segala permasalahan bisa diatasi tanpa perlu melibatkan emosi.



Evaluasi Diri
Setelah hubungan kembali membaik dan emosi ortu sudah berhasil diredam, ada baiknya kamu mengevaluasi diri agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Belajarlah memahami rules orang tua. Misalnya, jika ada yang kamu rasa tidak sreg, segera bicarakan baik-baik. Untuk mengembalikan kepercayaan orang tua, bangun image diri yang lebih baik.